Politik.
NKRI DEMOKERASI
Indonesia?ya,negara kita tercinta yang memiliki banyak suku,budaya,pulau,agama,ras,bahkan partai-partai politik.
Bisa dibilang,hampir 80 partai politik yang ada di indonesia,semua partai politik tersebut berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik untuk rakyat.Bukan hanya pemilu partai politik,bahkan,pemilihan Presiden,Gubernur,Bupati,sampai Kepala desa dipilih oleh rakyat melalui pemilihan umum.
Kampanye,orasi besar-besaran menghabiskan dana sekitar puluhan juta,ratusan,bahkan milyaran rupiah untuk menjadi yang terbaik untuk rakyat,dengañ memasang spanduk yang menyampaikan visi misi serta menunjukan bukti bahwa mereka sanggup mengemban kan amanah yang rakyat berikan dengan visi misi yang mereka buat serta dengan janji yang mereka sampaikan.
Banyak pakar atau ahli berpendapat yang pemerintah sering lakukan adalah meningkat kan pembangunan tanpa mereka sadari sumber daya manusia sangat terbatas.Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan alam dari sabang sampai merauke,tetapi pemerintah belum mampu mengelola sumber daya alam itu sendiri di karenakan kekurangan tenaga ahli atau sumber daya manusia yang mengankut daya-daya alam untuk kemajuan Negara Republik Indonesia.
Selalu negara-negara luar negri yang mengelola kekayaan alam di Indonesia.Bisa dikatakan polotik indonesia dari sektor perekonomian serta pengelolaan Sumber Daya Alam(SDA) masih sangat lemah,karena kurang peranan pemerintah.
Pemerintah jarang ingin mendengarkan aspirasi rakyat bahkan sangat jarang turun ke area-area dimana rakyat sangat memerlukan bantuan atau peranan uluran tangan pemerintah untuk mengatasi keluhan rakyat.Seharusnya pemerintah yang melayani rakyat bukan rakyat yang melayani pemerintah,seperti yang diungkapkan oleh Abraham Liccon,yaitu pemerintah dari rakyat,untuk rakyat,dan oleh rakyat maksud tersebut mengandung arti penting untuk demokrasi yang ada diseluruh dunia,bahkan khususnya di Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta ini.
Arti dari ketiga ungkapan yang dikatakan oleh abraham Liccon sebagai berikut:
1.Pemerintah dari rakyat adalah pemerintah dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum.
2.oleh rakyat adalah pemerinta diberikan mandat dan diawasi langsung oleh perwakilan rakyat(DPR).
3.untuk rakyat adalah pemerintah diberikan mandat dan melaksanakan mandat tersebut untuk kepengingan dan demi kesejahteraan rakyat atau masyarakat.
Demokerasi di indonesia bersifat presidensil yang berarti presiden (eksekutif) sebagai kepala negara,sebagai kepala pemerintah dan sebagai panglima tertinggi.
-sebagai kepala negara berarti presiden memiliki hak dan kewajiban serta tanggungjawab kepada negara menetapkan duta dan konsul.
-sebagai kepala pemerintah berarti mentri-mentri bertanggung jawab kepada presiden sebagai kepala eksekutif dan presiden berhak serta memiliki kewajiban untuk mengangkat dan memberhentikan mentri-mentri jika kinerja mentri-mentri tersebut tidak efektif dan efesien.
-sebagai panglima tertinggi berarti presiden memiliki kewajiban atas angkatan darat,angkatan laut,serta angkatan udara.Presiden dapat menyatakan perang serta menyatakan perdamaian kepada sekutu.
Indonesia juga pernah menerapkan sistem parlementer pada era orde lama bahkan Indonesia sangat sering berubah-ubah karena Indonesia sering mengalami kemerosotan dibidang politik karena adanya penentangan terhadap ideology pancasila dan ingin mengganti pancasila sehihinga demokrasi politik yang ada di Indonesia selalu mengalami pasang surut dan selalu berubah-ubah peraturan peraturan yang ada.
Contohnya Demokerasi liberal,Demokerasi serikat,Demokerasi terpimpin.Saat ini yang kita anut adalah Demokerasi terpipin,dimana Demokerasi tersebut memiliki kewenangan dalam menerapkan sistem politik dipemerintahan dengan cara mempertahankan partai-partai politik.Dalam orasi DPR,DPR belum cegat dalam menangani masalah kehidupan masyarakat yang ada didaerah pedalaman,terkadang masyarakat pedalaman kurang ada partisipasi dalam politik dikarenakan transfortasi serta komunikasi yang tidak terjangkau oleh masyarakat yang ada dipedalaman tersebut.
Tentunya dalam dunia politik pemerintah harus tanggap dan berperan sangat penting demi politik Indonesia yang lebih baik dari sektor usaha dan sektor pengembangan darat dan laut.
Dalam pendidikan tentunya ilmu politik Demokerasi sangat dipelajari dengan dalam sampai keakar-akarnya.Karena bagi pengamat politik bagi yang terjun kedunia politik harus mengerti dasar dan arti Demokerasi,dikarenakan mereka akan diberikan amanat dari rakyat yang akan mereka embankan,untuk kemajuan bangsa dan negara Republik Indonesia kedepan.
Demokerasi bersifat sangat luas di Indonesia dikarenakan diIndonesia sebagai negara berideology terpimpin dimana Pancasila menjadi pedoman Demokerasi diIndonesia.Tentunya Pancasila juga ikut berperan dalam dunia politik,contohnya dalam pemilihan umum,tentunya yang ingin berpolitik yang mencalonkan diri sebagai Legeslatif atau eksekutif harus lah memiliki jiwa ketakwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa serta memiliki moral kemanusiaan yang beradap,seperti tertuang dalam sila ke-1 dan ke-2.
Begitulah peranan Demokerasi sangat lah penting demi kelangsungan kemajuan bangsa dan negara Repubelik Indonesia tercinta ini.Dan sebentar lagi tepat tahun 2017 akan diadakan serentek pemilihan pemimpin provinsi masing-masing yang ada di Indonesia menjadi pemimpin yang demokratis dan menjalankan serta mengembankan amanat yang di berikan oleh rakyat dengan baik dan dengan penuh rasa cinta terhadap tanah air.
Sekarang yang menjadi sorotan di dunia politik di Indonesia adalah pemilu yang akan diselenggara kan di kota besar yaitu di DKI Jakarta.Tiga pasangan terbaik akan bersaing menjadi pemimpin di DkI Jakarta,demi kelangsungan hidup masyarakat yang ada di ibu kota tentunya masyarakat memerlukan pemimpin yang cerdas,berwibawa,serta mampu membuat jakarta menjadi kota yang menjadi panutan untuk kota serta provinsi yang ada di seluruh Indonesia.
Tapi saat ini politik yang ada di Jakarta mengalami kendala dikarenakan calon gubernur nomor urut 2 harus diperiksa oleh kepolisian karena tersangkut masalah penistaan Agama.Hal tersebut belum menunjukan titik terang apakah calon gubernur nomor urut 2 akan di beri hukuman atau tidak.
Tentunya dalam politik pasti akan saling ada menjatuhkan antara kedua belah pihak,tetapi yang sangat diperlukan adalah saling keterbukaan antara kedua belah pihak.karna yang dibutuhkan masyarakat adalah pemimpin yang bersih,jujur,serta dapat dipercaya oleh semua kalangan termasuk rakyat yang telah memberi mandat.
Politik di Indonesia sempat mengalami kemunduran di tahun presiden Soeharto,yang menyebabkan politik di Indonesia melemah akibat demoMahasiswa besar-besaran di gedung MPR/DPR meminta Presiden Soeharto turun dari jabatan pada masa orde baru.Dan soeharto menuruti permintaan yang diajukan oleh para pendemo,Soeharto pun menyerahkan masa jabatan nya sebagai Presiden Republik Indonesia kepada wakil nya B.Y.Habibie.Budaya
politik yang berkembang pada era reformasi ini adalah budaya politik yang lebih
berorientasi pada kekuasaan yang berkembang di kalangan elit politik. Budaya
seperti itu telah membuat struktur politik demokrasi tidak dapat berjalan
dengan baik. Walaupun struktur dan fungsi-fungsi sistem politik Indonesia
mengalami perubahan dari era yang satu ke era selanjutnya, namun tidak pada
budaya politiknya. Menurut Karl D. Jackson dalam Budi Winarno (2008), budaya
Jawa telah mempunyai peran yang cukup besar dalam mempengaruhi budaya politik
yang berkembang di Indonesia. Relasi antara pemimpin dan pengikutnya pun
menciptakan pola hubungan patron-klien (bercorak patrimonial). Kekuatan
orientasi individu yang berkembang untuk meraih kekuasaan dibandingkan sebagai
pelayan publik di kalangan elit merupakan salah satu pengaruh budaya
politik Jawa yang kuat. Pada masa Orde Baru politik luar negeri Indonesia lebih condong kepada
negara-negara Blok Barat dalam rangka mendapatkan pinjaman dana dari
negera-negara tersebut untuk memperbaiki ekonomi Indonesia yang hampir
mengalami kebangkrutan. Dengan adanya pinjaman ini secara tidak langsung
Indonesia mulai diPemerintah Orde Baru berusaha menjadikan Indonesia sebagai negara
industri yang kurang memperhatikan dengan seksama kondisi riil
masyarakat agraris, dan pendidikan masih rendah, sehingga akan sangat
sulit untuk segera berubah menjadi masyarakat industri. Akibatnya yang
terpacu hanya masyarakat kelas ekonomi atas, para orang kaya yang
kemudian menjadi konglomerat. Meskipun gross national product (GNP) pada
masa Orba pernah mencapai diatas US$ 1.000,00 tetapi GNP tersebut tidak
menggambarkan pendapatan rakyat sebenamya, karena uang yang beredar
sebagian besar dipegang oleh orang kaya dan konglomerat. Rakyat secara
umum masih miskin dan kesenjangan sosial ekonomi semakin besar.
Pengaturan perekonomian pada masa Orba sudah menyimpang dari sistem
perekonomian Pancasila, seperti yang diatur dalam Pasal 33 ayat (1),
(2), dan (3). Yang terjadi adalah berkembangnya ekonomi kapitalis yang
dikuasai para konglomerat dengan berbagai bentuk monopoli, oligopoli
korupsi, dan kolusi. pengaruhi oleh Blok Barat yang tercermin dari
kebijakan-kebijakan luar negeri Indonesia yang cenderung pro-Barat,
walaupun tetap berusaha untuk netral dengan tidak memihak salah satu
blok yang ada.
Gerakan mahasiswa pada tahun 1998-tepatnya bulan Mei-cenderung pada
perilaku kerumunan aksi dimana aksi demonstrasi mereka lakukan secara
terus menerus dengan mengandalkan mobilisasi massa demi tujuan bersama.
Menurut Blumer, perilaku kerumunan yang bertindak dimana mereka
mempunyai perhatian dan kegiatan yang ditujukan pada beberapa target
atau objektif. Tuntutan gerakan mahasiswa sendiri pada pasca kejatuhan
rejim Orde Baru cenderung pada perubahan sistem politik dan struktur
pemerintahan.
Melihat pemaparan diatas serta landasan teori yang kami gunakan
diatas, jelas bahwa gerakan mahasiswa pada tahun 1998 adalah satu proses
reformasi dalam perubahan sosial. Reformasi sendiri menurut Kornblum,
gerakan yang hanya bertujuan untuk mengubah sebagian institusi dan
nilai. Lebih jauh lagi, gerakan ini merupakan upaya untuk memajukan
masyarakat tanpa banyak mengubah struktur dasarnya. Gerakan semacam ini
biasanya muncul di negara-negara yang demokratis.
Pada bab berikutnya, saya akan mengemukakan pengaruh dan pandangan dari luar negeri terhadap perubahan sosial di Indonesia
Perubahan Sosial dan Modernisasi: Kepentingan Amerika Serikat dalam Perubahan Sosial di Indonesia.
Setelah kita melihat proses perubahan sosial yang terjadi di Indonesia
dengan melihat faktor dari dalam negeri, kita tidak bisa mengabaikan
faktor eksternal yang ikut berperan dalam mendorong terjadinya perubahan
sosial tersebut. Krisis ekonomi-yang kemudian menjadi krisis
politik-yang terjadi di Asia, khususnya di Indonesia sudah pasti
memberikan dampak bagi negara lain. Dalam pembahasan kali ini, kami coba
melihat dampaknya terhadap Amerika Serikat dengan melihat perubahan
sosial di Indonesia yang berdampak pada kepentingan luar negeri serta
bagaimana Amerika Serikat menanggapi krisis yang terjadi di Indonesia
dari pemeritaan di media massa terutama suratkabar The New York Times
dan The Chicago Tribune dalam periode 1997-1998.
Kekhawatiran terhadap dampak krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia
pada perekonomian Amerika Serikat terlihat jelas dari pemberitaan media
massa, khususnya kedua suratkabar tersebut. Pertanyaannya kemudian
mengapa? Krisis di Asia diperkirakan akan membuat kepanikan pada ekonomi
negara-negara Asia lainnya khususnya Jepang yang mempunyai banyak
kepentingan ekonomi yang kemudian akan berakibat pada keadaaan ekonomi
Amerika Serikat. Selain itu, resesi ekonomi di Asia dapat mengakibatkan
ekspor Amerika Serikat harus mengalami penurunan dan mengakibatkan
defisit yang kemudian berakibat pada industri manufaktur Amerika Serikat
. Dengan alasan ini pula, pemerintah Amerika Serikat berusaha menyuntik
dana pinjaman kepada pemerintah Indonesia melalui International
Monetary Funding (IMF) dan Bank Dunia. Langkah yang diambil oleh
pemerintah Amerika Serikat -melalui menteri keuangan Amerika Serikat,
Robert Rubin-, sebenarnya tidak mendapat persetujuan dari kongres
Amerika Serikat yang menganggap bahwa permasalahan Asia serta dikritik
oleh media massa.
Kedua media tersebut menyampaikan beberapa alasan tentang penyebab
terjadinya krisis di Indonesia. Pertama, kelemahan sistem perbankan di
Indonesia. Kedua, kapitalisme Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dimana
dana bantuan –yang didapatkan melalui hutang luar negeri-untuk
pembangunan hanya digunakan oleh segelintir orang. Kedua media tersebut
juga mengangkat tentang dampak yang diakibatkan oleh krisis ekonomi di
beberapa wilayah Indonesia misalnya masalah terjadi kelaparan di
beberapa wilayah Indonesia.
Pemerintah orde baru, meskipun mampu mengangkat Indonesia dari
keterpurukan ekonomi dan memberikan kemajuan, gagal dalam membina
kehidupan politik yang demokratis, terbuka, adil, dan jujur. Pemerintah
bersikap otoriter, tertutup, dan personal. Masyarakat yang memberikan
kritik sangat mudah dituduh sebagai anti-pemerintah, menghina kepala
negara, anti-Pancasila, dan subversive. Akibatnya, kehidupan berbangsa
dan bernegara yang demokratis tidak pernah terwujud dan Golkar yang
menjadi partai terbesar pada masa itu diperalat oleh pemerintah orde
baru untuk mengamankan kehendak penguasa.
Praktik KKN merebak di tubuh pemerintahan dan tidak mampu dicegah karena
banyak pejabat orba yang berada di dalamnya. Dan anggota MPR/DPR tidak
dapat menjalankan fungsinya dengan baik dan benar karena keanggotaannya
ditentukan dan mendapat restu dari penguasa, sehingga banyak anggota
yang bersikap ABS daripada kritis.
Sikap yang otoriter, tertutup, tidak demokratis, serta merebaknya KKN
menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat. Gejala ini terlihat pada
pemilu 1992 ketika suara Golkar berkurang cukup banyak. Sejak 1996,
ketidakpuasan masyarakat terhadap orba mulai terbuka. Muncul tokoh vokal
Amien Rais serta munculnya gerakan mahasiswa semakin memperbesar
keberanian masyarakat untuk melakukan kritik terhadap pemerintahan orba.
Masalah dwifungsi ABRI, KKN, praktik monopoli serta 5 paket UU
politik adalah masalah yang menjadi sorotan tajam para mahasiswa pada
saat itu. Apalagi setelah Soeharto terpilih lagi sebagai Presiden RI
1998-2003, suara menentangnya makin meluas dimana-mana.Krisis moneter yang menimpa dunia dan Asia Tenggara telah merembet ke
Indonesia, sejak Juli 1997, Indonesia mulai terkena krisis tersebut.
Nilai rupiah terhadap dollar Amerika terus menurun. Akibat krisis
tersebut, banyak perusahaan ditutup, sehingga banyak pengangguran
dimana-mana, jumlah kemiskinan bertambah. Selain itu, daya beli menjadi
rendah dan sulit mencari bahan-bahan kebutuhan pokok.
Sejalan dengan itu, pemerintah melikuidasi bank-bank yang bermasalah
serta mengeluarkan KLBI (Kredit Likuiditas Bank Indonesia) untuk
menyehatkan bank-bank yang ada di bawah pembinaan BPPN. Dalam
praktiknya, terjadi manipulasi besar-besaran dalam KLBI sehingga
pemerintah harus menanggung beban keuangan yang semakin besar. Selain
itu, kepercayaan dunia internasional semakin berkurang sejalan dengan
banyaknya perusahaan swasta yang tak mampu membayar utang luar negeri
yang telah jatuh tempo. Untuk mengatasinya, pemerintah membentuk tim
ekonomi untuk membicarakan utang-utang swasta yang telah jatuh tempo.
Sementara itu, beban kehidupan masyarakat makin berat ketika pemerintah
tanggal 12 Mei 1998 mengumumkan kenaikan BBM dan ongkos angkutan. Dengan
itu, barang kebutuhan ikut naik dan masyarakat semakin sulit memenuhi
kebutuhan hidup.Krisis politik dan ekonomi mendorong munculnya krisis dalam bidang
sosial. Ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah serta krisis
ekonomi yang ada mendorong munculnya perilaku yang negatif dalam
masyarakat. Misalnya: perkelahian antara pelajar, budaya menghujat,
narkoba, kerusuhan sosial di Kalimantan Barat, pembantaian dengan isu
dukun santet di Banyuwangi dan Boyolali serta kerusuhan 13-14 Mei 1998
yang terjadi di Jakarta dan Solo.
Akibat kerusuhan di Jakarta dan Solo tanggal 13, 14, dan 15 Mei 1998,
perekonomian kedua kota tersebut lumpuh untuk beberapa waktu karena
banyak swalayan, pertokoan, pabrik dibakar, dirusak dan dijarah massa.
Hal tersebut menyebabkan angka pengangguran membengkak.
Beban masyarakat semakin berat serta tidak ada kepastian tentang kapan
berakhirnya krisis tersebut sehingga menyebabkan masyarakat frustasi.
Kondisi tersebut membahayakan karena mudah diadu domba, mudah marah, dan
mudah dihasut untuk melakukan tindakan anarkis.
17.45 |
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


1 komentar:
Politik dinegara mana ndak jelas
Posting Komentar